Pelecehan verbal !


Waktu masih menunjukkan pukul 14.58, mungkin sebentar lagi adzan akan berkumandang didekat kosku. Dari kamar sebelah, terdengar dengan volume yang agak keras suara dari salah satu vokalis band dengan beberapa lagu yang cukup terkenal, set me free tonight, adalah lagu yang sedang saya dengar sekarang ini.

Saya tak tahu sebab musabbanya diciptakan lagu ini, cuma secara makna harfiah, lagu ini mungkin bercerita tentang seseorang yang mengidam-idamkan yang namanya kebebasan. Kemudian saya berfikir, loh kok relate sekali dengan kondisi di negara Karman.

Di negara Karman, sepertinya sudah dilakukan pembatasan aktifitas, yang mungkin saja maksud dari pembatasan tersebut juga baik, karena isunya di negaranya sekarang sedang ada semacam wabah yang merebah, jadi dibatasi aktifitas sosialnya agar wabah tersebut terhambat atau bisa dihentikan penularannya.

Mari kita keluar sedikit, terlepas dari apapun tujuannya itu, kali ini saya hanya akan sedikit bercerita perihal kebebasan dalam lingkup yang paling kecil, yaitu pergaulan sekitar saya.

Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman bercerita tentang salah satu temannya yang menjadi korban pelecehan seksual verbal. Ketika saya mencoba untuk menggali dari awal, mulai dari kronologi, isi dari pelecehan tersebut, sampai hal yang memungkinkan untuk terjadinya sebuah pelecehan tersebut.

Pembicaraan seperti ini sudah dibicarakan oleh ribuan bahkan jutaan orang diluar sana, tentu dengan sample kejadian yang berbeda, karena memang sepengetahuan saya, beda kejadian, maka beda pula kesimpulan, beda kejadian, maka beda pula mana pelaku mana korban.

Untuk kasus kali ini, saya akan coba menjabarkan. Begini, tiba-tiba diponsel korban ada chat masuk dari nomor yang tidak dia simpan. Kenapa saya PD menyebut dia sebagai korban, karena menurut saya dalam kasus ini dia murni sebagai korban. Ibaratnya seperti kita duduk sendirian di taman lalu tiba-tiba ada yang datang dan tanpa basa-basi dia bilang “mbak, makar kepemerintah yuk”, nah gitu, absurd sekali.

Dengan tanpa berfikir panjang, si pelaku langsung saja mengirim pesan nakal kepada korban, untuk pesan nakalnya silahkan dibayangkan sendiri. Yang pada intinya, si pelaku berniat mengajak korban untuk berkeringat bersama dan ditambah dengan sejumlah ucapan vulgar lainnya. Tentu kalian semua paham dengan apa yang saya maksudkan berkeringat bersama, tentu bukan jogging dengan menggunakan jaket di siang hari dong.

Si korban tentu saja kaget, tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba ada yang mengajaknya begitu, dari kontak yang tidak dia simpan pula. Kalau dari temannya mungkin dia tidak sekaget itu, karena paling juga niatnya bercanda, paling loh ya, meskipun seringkali kata bercanda itu timbul dari niat serius yang ditolak dan berakibat malu.

Langsung saja si korban melabrak pelaku, selain karena tidak sopan, si korban ini tahu kalau pelaku sudah beristri, dan pada saat itu kondisi istrinya sedang hamil.

Kebetulan cerita seperti ini sudah banyak terjadi, dan alasan yang paling sering keluar adalah “Lah, salah sendiri dia berpenampilan menggoda”. Shut up.

Mohon maaf banget untuk mas mas yang suka menyalahkan cara berpakaian wanita, mau mbak itu memakai jilbab tertutup dari kepala sampai kaki, tapi kalau fantasi anda liar ya tetap saja anda tergoda.

Sangat lucu sekali jika dalam masalah ini cara berpakaianlah yang disalahkan, analoginya seperti orang tertabrak mobil dijalan tapi yang disalahkan malah pedal gas nya. Yang namanya pedal gas itu ya tergantung siapa yang menginjaknya dong, semakin dalam dia diinjak semakin kencang juga jalannya, kalau menginjaknya tidak terlalu dalam, ya mobil tersebut tidak akan melaju terlalu kencang.

Sama seperti cara berfikir anda, semakin anda memikirkan hal-hal seperti itu atau yang berbau seksual, maka semakin kencang pula nafsu birahi anda mengalir meskipun berhadapan dengan mbak-mbak yang bercadar sekalipun, tapi kalau anda tidak terlalu fokus dan kencang memikirkan hal tersebut sepertinya akan biasa saja meskipun sedang berhadapan dengan cewek yang memakai rok hanya satu jengkal di bawah pinggangnya.

Jadi menurut saya, kalau mau dibuat salah-salahan, maka yang salah dan harus dibenahi terlebih dahulu adalah isi kepala anda, bukan obyek yang ada di depan anda, karena apapun bentuk modelnya kalau isi kepala anda hanya berkutat di daerah “situ”, maka akan kesitu-situ aja larinya.



Comments

Popular Posts